Gunung Kantawan Loksado

Rabu, 28 November 2012

Hulu Sungai Selatan dan Kalimantan Selatan

ANTALUDDIN
Tumenggung Antaluddin adalah seorang Panglima Perang dalam Perang Banjar dengan pusat perjuangan di kawasan Gunung Madang Kandangan di kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.Pada masa itu Pangeran Hidayatullah dan Demang Lehman meminta kepada Tumenggung Antaluddin untuk membuat benteng pertahanan di Gunung Madang. Pasukan Pangeran Hidayatullah, Demang Lehman dan Laskar Tumenggung Antaluddin terkumpul di sekitar benteng ini pada bulan September 1860.


PANGLIMA BUKHARI
Panglima Bukhari dari Hantarukung (lahir : 1850 di Hantarukung, Simpur Kandangan, Hulu Sungai Selatan, wafat : 19 September 1899 di Hantarukung, Simpur Kandangan, Hulu Sungai Selatan). Panglima Bukhari adalah salah seorang pejuang Perang Banjar yang memimpin perlawanan rakyat yang disebut Perang Amuk Hantarukung yang terjadi di masa Sultan Muhammad Seman bin Pangeran Antasari. Ayah Bukhari bernama Manggir dan ibu bernama Bariah kelahiran desa Hantarukung, dalam wilayah Kecamatan Simpur, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Bukhari dilahirkan sekitar tahun 1850 dan semasa mudanya mengembara ke Puruk Cahu (Murung Raya, Kalimantan Tengah) mengikuti pamannya Kasim yang menjadi panakawan (ajudan) dari Sultan Muhammad Seman. Sejak itu Sultan Muhammad Seman menjadikan Bukhari sebagai panakawan (ajudan) Sultan, dan Bukhari ikut berjuang di daerah Puruk Cahu, Kalimantan Tengah.Bukhari seorang yang setia mengabdikan dirinya. Ia orang yang dipercaya sebagai Pemayung Sultan. Ia dikenal di kalangan istana sebagai seorang yang mempunyai ilmu kesaktian dan kekebalan. Bahkan tersiar berita bahwa dengan ilmunya itu kalau ia tewas dapat hidup kembali. Ilmu ini diajarkan kepada siapa yang menjadi pendukungnya. Adanya kelebihan-kelebihan Bukhari tersebut, menyebabkan dia dan adiknya bernama Santar mendapat tugas untuk menyusun dan memperkuat barisan perlawanan rakyat terhadap Belanda di daerah Banua Lima, Kalimantan Selatan.


GEROMBOLAN IBNU HAJAR
Letnan Dua Ibnu Hajar alias Angli alias Haderi bin Umar, lahir di desa ambutun kandangan kabupaten hulu sungai selatan. Ibnu Hajar dengan nama asli Angli atau Haderi, ayahnya berasal dari ambutun dan ibunya berasal dari suku dayak tepatnya d daerah puruk cahu kalimantan tengah. ketika masa kecil Ibnu Hajar adalah sosok yang pemberani. sampai menjelang dewasa dia bergabung dengan tentara pejuang pimpinan Brigjen Hasan Basri (Bapak Gerilya Kalimantan/Gubernur Tentara Divisi IV ALRI) yang juga berasal dari Padang Batung kandangan melawan penjajah belanda.Ketika saya berjalan-jalan ke Telaga Langsat dan sekitar Loksado, nama Ibnu Hajar seakan melegenda di benak mereka. Muncul pertanyaan, kenapa tokoh kita yang dicap oleh pemerintah sebagai pemberontak, akan tetapi di masyarakat pendukungnya ia ada dan melegenda. Saya sadar persis, dalam sejarah ada persoalan interpretasi. Tinggal kita memilih dari sudut mana Ibnu Hajar dilihat.


BRIGJEND H. HASAN BASRI
Brigadir Jenderal H. Hasan Basry bin Ismail Djinal (lahir di Padang Batung Kandangan, Hulu Sungai Selatan, 17 Juni 1923 - meninggal di Jakarta, 15 Juli 1984 pada umur 61 tahun) adalah seorang tokoh militer Indonesia. Ia dimakamkan di Simpang Tiga, Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Dianugerahi gelar Pahlawan nasional Indonesia dan Bapak Gerilya Kalimantan berdasarkan Surat Keputusan Presiden No. 110/TK/2001 tanggal 3 November 2001.


PROKLAMASI
Merdeka!
Dengan ini kami rakjat Indonesia di Kalimantan Selatan, mempermaklumkan berdirinja Pemerintah Gubernur Tentara dari "A.L.R.I" melingkungi seluruh daerah Kalimantan Selatan mendjadi bagian dari Republik Indonesia, memenuhi Proklamasi 17 Agustus 1945 jang ditandatangani oleh Pres. Soekarno dan Wakil Pres. M. Hatta. Hal-hal yang bersangkutan dengan pemindahan kekuasaan akan dipertahankan dan kalau perlu diperdjuangkan sampai tetesan darah jang penghabisan.
Tetap Merdeka
Kandangan, 17 Mei Th. IV Rep.
Atas nama Rakjat Indonesia Di Kalimantan Selatan
Gubernur Tentara,
Hassan Basry

Minggu, 22 Juli 2012

MENGENAL MASAKAN BANJAR : KETUPAT KANDANGAN


Ada banyak masakan daerah banjar yg khas dan bisa di nikmati kapan pun anda mau.
Salah satunya ketupat kandangan, jenis masakan yg sangat khas berasal dari kota kabupaten di kalimantan selatan yaitu kandangan, masakan ini bisa didapatkan hampir diseluruh wilayah kalimantan, uniknya setiap anda tanya dari daerah mana si penjual ketupat kandangan berasal pasti ia akan menjawab berasal dari daerah kandangan, ada mitos mengatakan bila ketupat kandangan dibuat oleh orang yg bukan asli kandangan maka cita rasanya akan berbeda dengan yg dibuat oleh orang kandangan asli, walaupun dengan resep yg sama, itu salah satu keunikan ketupat kandangan, ada banyak keunikan lainnya seperti cara makan ketupat kandangan akan sangat nikmat bila si penyantap menggunakan tangan bukan dengan sendok dan garpu, sambal yg digunakan pun berbeda dibandingkan dengan sambal yg biasa digunakan untuk ketupat lainnya.
Sambal ketupat kandangan dibuat dari ulekan cabe rawit dengan binjai (sejenis buah berbiji besar, berdaging putih dan berkulit agak kecoklatan). Kuah ketupat kandangan yang kental menggugah selera, adapun lauk ketupat kandangan adalah ikan haruan (gabus) yg sudah di rendam dalam campuran kunyit, asam kamal (asam jawa) dengan garam dan dipanggang diatas bara tempurung kelapa kemudian dimasukkan ke dalam kuah ketupat yg super kental, ketupat kandangan juga biasa disebut dengan ketupat karau, karena ketupat yg digunakan adalah ketupat yg diisi beras lebih separo dan dimasak tidak terlalu lama sehingga isi ketupat tidak lembek.
Ketupat kandangan atau ketupat karau biasa disantap pagi atau sore menjelang malam hari, ada banyak warung-warung makan yang menjual ketupat kandangan, bagi anda yg kebetulan bepergian ke kalimantan selatan menuju hulu sungai, bisa mampir ke daerah parincahan kabupaten hulu sungai selatan.

Minggu, 01 April 2012

HULU SUNGAI AMANDIT RAYA

Eks Kabupaten Hulu Sungai atau Banjar Hulu adalah wilayah di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Negara (sungai Bahan) di provinsi Kalimantan Selatan. Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, wilayah ini merupakan Afdeeling Oloe Soengai yang beribukota di Kandangan (sekarang ibukota Hulu Sungai Selatan). Wilayah Hulu Sungai sekarang terdiri 6 kabupaten yaitu Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan, Tabalong dan Tapin. Sekarang ini wilayah ini disebut juga Banua Enam artinya wilayah yang terdiri dari 6 daerah (kabupaten).

Pada masa Kerajaan Banjar wilayah Hulu Sungai terdiri 2 daerah provinsinya yaitu Banua Ampat dan Banua Lima. Banua Ampat artinya provinsi yang terdiri 4 lalawangan (distrik), sedangkan Banua Lima artinya provinsi yang terdiri 5 lalawangan (distrik). Banua Lima pada masa pemerintahan Sultan Adam Alwazikoebillah dipimpin oleh Kyai Adipati Danoe Radja, iparnya sendiri yaitu saudara dari Nyai Ratu Komalasari, permaisuri Sultan Adam. Setiap lalawangan dipimpin oleh pejabat yang bergelar Kyai Tumenggung.

CERITA RAKYAT KANDANGAN, HULU SUNGAI SELATAN, KALIMANTAN SELATAN : NAGA DI LOK SINAGA SUNGAI AMANDIT

Riwayat ini sudah lama sekali terjadi, menurut cerita rakyat Kandangan bahwa pada zaman dahulu kala di tepian sungai Amandit, tepatnya di desa Loklua atau Lok si naga hiduplah dua orang petani dengan seorang anaknya. Pekerjaan mereka sehari-hari selain bertani juga menangkap ikan di sungai Amandit.
Pada suatu malam kedua suami isteri petani itu mencari ikan di sungai Amandit. Sudah lama keduanya mencari ikan menggunakan tangguk (alat penangkap ikan suku banjar), namun tidak seekor ikan pun yang mereka dapatkan. Tiba-tiba masuklah sebutir telor besar ke dalam tangguk isteri petani tersebut.
Karena telor itu agak ganjil dari biasanya maka telor itu cepat-cepat dilemparkannya kembali ke aliran sungai Amandit. Anehnya setiap kali isteri petani itu mencari ikan, maka telor itu kembali masuk ke dalam tangguk mereka.
Hari semakin malam, dan seekor ikan pun masih belum mereka dapatkan. Embun malam mulai turun, angin dingin berhembus perlahan membuat kedua suami isteri itu menggigil kedinginan. Dengan perasaan kecewa, maka pulanglah mereka dengan tidak memperoleh seekor ikan pun untuk di makan selain sebutir telor besar yang tadi mereka dapatkan.
Sesampainya dirumah telor itu langsung direbus dan dimakan bersama oleh suami isteri tersebut, sementara anaknya tertidur pulas. Menjelang shubuh anaknya terbangun dan menjerit karena rumahnya penuh dengan dua ekor naga berwarna putih menyilaukan.
Naga putih tersebut berkata agar anaknya tetap tenang, sebab dua ekor naga putih yang di hadapannya tersebut adalah penjelmaan dari ayah ibunya karena memakan telor besar yang tadi mereka dapatkan ketika mencari ikan di sungai Amandit.
Naga putih itu memerintahkan agar anaknya segera mencarikan empat buah pisau untuk dibuat gigi taring, serta mencarikan batang pohon untuk mereka turun dari dalam rumah ke aliran air sungai Amandit. Naga putih bermakud membunuh naga merah, yaitu naga yang memang sudah lama mendiami dasar sungai Amandit dan sering mengganggu penduduk desa Loklua. Juga karena hanya liang naga merah lah yang bisa mereka jadikan tempat tinggal di dalam air.
Naga putih memberikan tanda kepada anaknya apabila mereka menang atau kalah yaitu ;
Apabila darah merah memancar di air menandakan naga merah menemui ajalnya dan naga putih yang menang, sebaliknya apabila darah putih yang memancar di air menandakan naga putih lah yang menemui kematian dan naga merah masih hidup.
Perkelahian yang seru dan menggegerkan penduduk desa Loklua, dengan diiringi hujan ribut, petir dan halilintar. Mengakibatkan sungai Amandit banjir besar, banyak rumah penduduk desa Loklua yang hancur.
Pertempuran terjadi dengan hebat dan dahsyatnya hingga berakhir dengan memancarnya darah merah di permukaan air sungai Amandit, yang berarti naga merah menemui ajalnya dan naga putih lah yang menang. Sejak itu penduduk desa Loklua menjadi aman dari gangguan naga merah.
Menurut cerita selanjutnya naga putih itu kemudian menetap di sungai Amandit Lok lua Kandangan, dimana dulunya adalah tempat tinggal naga merah.

PAHLAWAN KANDANGAN RAYA

Tutupi kajang kayu bapangkih
Andak bungkalang dihiga lawang
Asal Lukloa si naga putih
Tulak manyarang si naga habang

Baca talakin di pakuburan
Dimakani katupat bakuah
Antaluddin jagau Kandangan
Dalas pang hangit kada manyarah

Gantung caramin dianjung kiwa
Ampar di ambin tikar rumbia
Antaluddin gagah urangnya
Nang kita warisi samangat juangnya

Buah pamparawin buah pampakin
Duduk bakadap makan durian
Raksa Yuda wan Antaluddin
Wan Antasari badangsanakan

Kilam kilaman tanah rantauan
Tadangar urkis hati mangganang
Bukhari Kandangan tahan tungkihan
Kontroler Domes sidin cancang

Pina musti sayang wan banih
Kanapa lupa wan pitua nini
Pina musti sayang wan mirah putih
Kanapa lupa wan Hasan Basri

Pandai wasi manampa waja
Ulah sanjata gasan dibagi
Hasan Basri Gubernur Tantara
Pahlawan Nasional nang kita sayangi

Apam batil bagula habang
Wadai kukulih jual diwarung
Hasan Basri tokoh pajuang
Urangnya alim kahada sumbung

Pucuk kalakai gasan lalapan
Masak bajarang wan kacang panjang
Disa Mandapai disa parjuangan
Wadahnya urang tulak manyarang

Karung banih angkut kahulu
Lanting ditanjak wan bilah buluh
Dikampung Ni’ih badiri tugu
Bukti parjuangan malawan musuh

Ka Loksado umpat mambuntel
Lading balati dipinggangnya
Tujuh belas mai proklamasi kalsel
Kita warisi samangat juangnya

Amun dipuai sisarang wanyi
Madunya likat liwar nyamannya
Tujuh belas mai proklamasi ALRI
Baisi samangat pahlawan ampat lima

*Sumber : Pantun Pantun Babahasa Banjar

Kamis, 22 Maret 2012

HULU SUNGAI SELATAN

1. Di Kalimantan Selatan produk budaya pada masa bercocok tanam ditemukan pada situs arkeologi yang diteliti oleh balai arkeologi Banjarmasin yaitu situs jambu hilir Kecamatan Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).
2. Situs jambu hilir sebagai bekas hunian kuno berciri prasejarah tapi masih mempertahankan tradisi neolitik dengan ciri-ciri artefak batu dengan unsur teknologi kapak persegi, manik-manik tanah liat, batu giling, perhiasan emas dan kuningan.
3. Salah satu bukti telah adanya pemanfaatan teknologi logam adalah temuan musi (musa) atau kowi yaitu wadah melebur emas dan kuningan di situs jambu hilir kandangan.
4. Selain musa dan wadah peleburan, menurut informasi penduduk jambu hilir kandangan di sana juga pernah ditemukan topeng emas dan alat-alat logam besi.
5. Ada beberapa produk budaya mesolitikum yang ditemukan, yaitu batu giling dan serpih dari jenis batu rijang dan batu pukul, bersama-sama dengan temuan gerabah di situs jambu hilir kandangan dan berasal dari masa bercocok tanam.
6. Teknologi situs jambu hilir kandangan masih sederhana, walaupun sudah menggunakan roda putar, tatap dan pelandas. Jadi pasirnya tidak di saring dan gerabah yang dihasilkan agak kasar.
7. Asal tempat benda prasejarah museum lambung mangkurat :
• Desa jambu hilir, Kecamatan kandangan
• Desa simpur, Kecamatan simpur
• Desa jambu hulu, Kecamatan padang batung
• Desa jambu hulu muka, Kecamatan padang batung
8. Kehidupan dengan rumah besar yang cara hidupnya seperti tersebut di atas masih terlihat nyata pada suku bukit meratus di Kecamatan Loksado.
9. Di Kecamatan Loksado, dimana dalam satu desa mereka mendirikan balai adat yang sekaligus menjadi tempat tinggal, dengan kamar atau ruangan mengelilingi rumah tengah tempat upacara tersebut. Satu kamar dihuni oleh satu keluarga.
10. Pangeran Tumenggung dari kerajaan Negara Daha mengalami kekalahan, lalu mundur dan bertahan di muara sungai Amandit.
11. Sultan Suriansyah yang sebelum masuk islam bernama Pangeran Samudera adalah pewaris sah dari kerajaan Negara Daha.
12. Daerah teritorial kerajaan banjar yang kedua meliputi daerah Amandit.
13. Di bawah wilayah inti terdapat unit politik yang disebut daerah-daerah kekuasaan termasuk Batang Amandit.
14. Yaitu meliputi Batang hulu, Kandangan, Jambu, Bamban dan Pangambau.
15. Salah seorang belanda yang berusaha keluar untuk pergi mencari bantuan ke Banjarmasin, dibunuh di Sungai raya.
16. Pada bulan September 1859 Demang lehman, bersama pimpinan lainnya seperti Pangeran Muhammad Aminullah, Tumenggung Jalil berangkat menuju Kandangan yang juga dihadiri oleh tokoh-tokoh pejuang dari segala pelosok banua Amandit.
17. Selain itu terdapat pula pahlawan wanita kiai cakrawati yang selalu menunggang kuda yang sebelumnya ikut dalam pertempuran Benteng Gunung Madang di Kandangan bersama Tumenggung Antaludin.
18. Hasil pertemuan bulan September 1859 antara pangeran Hidayat, pangeran Antasari, kiai Demang lehman dan tokoh-tokoh perjuangan lainnya di daerah Kandangan menetapkan pembagian daerah perjuangan dari banua lima sampai dusun atas.
19. Setelah meletusnya perang Amuk Hantarukung, Jenajah Bukhari, Landuk dan Mat amin dimakamkan di kampung Parincahan, Kecamatan Kandangan yang di kenal dengan makam Tumpang Talu.
20. Sedangkan sembilan orang lainnya dihukum gantung oleh belanda, kemudian di makamkan di kuburan Bawah Tandui di kampung Hantarukung, Kecamatan Simpur.
21. Di setiap persimpangan sungai yang strategis dibuat benteng pengawasan wilayah, dengan demikian muncul kota-kota seperti Kandangan dengan Benteng Hamawang di dalamnya.
22. Afdeling Kandangan dengan ibukota Kandangan, terdiri dari Onderafdeling Amandit dan Negara, yang terdiri lagi dengan District Amandit dan District Negara.
23. Onderafdeling Kandangan dengan ibukota Kandangan, diperintah oleh Asisten residen sebagai kepala afdeling dengan dibantu oleh seorang civiel gezaghebber.

Jumat, 12 Februari 2010

Kali ini saya tidak akan membuat penjelasan panjang lebar dalam artikel yang ke 5 ini, tapi saya akan menjelaskan point-point secara garis besarnya saja.Yang intinya supaya kawan-kawan yang belum tahu menjadi jelas dan yang sudah tahu menjadi ingat kembali supaya tidak hilang di telan zaman yang semakin maju.

1. Tahukah kalian bahwa nama Barito, Kandangan dan Tabalong di propinsi Kalimantan Selatan sudah ada di dalam kitab Negarakertagama karangan Mpu Prapanca pada tahun 1365 M.

2. Kenapa Kandangan di sebut Bumi Antaluddin ? Karena Antaluddin diambil dari nama seorang tokoh pahlawan dalam perang madang untuk mempertahankan benteng di gunung madang Kandangan pada tahun 1860 M.

3. Wisata alam Loksado dan kolam pemandian air panas Tanuhi adalah tempat rekreasi yang sangat sering dikunjungi masyarakat Kandangan dan sekitarnya.

4. Tahukah kalian di lapangan tenis Tumpang Talu di Kandangan dulunya adalah tempat pemakaman orang Belanda dan orang Cina.

5. Kuliner Kota Kandangan yang sangat sayang kalau dilewatkan ketika anda berkunjung ke Kandangan adalah Ketupat Kandangan, Dodol Kandangan dan Lamang Kandangan.

6. Tahukah kalian kalau makan Ketupat Kandangan di Kota Kandangannya sendiri sudah jadi tradisi turun temurun ketika memakannya langsung di remas-remas pakai tangan tanpa menggunakan sendok.

7. Saya sangat senang untuk Wikipedia Indonesia, karena Dodol Kandangan di jadikan salah satu dari berbagai macam dodol di Indonesia yang mempunyai ciri khas tersendiri.

8. Mau tahu kelebihan Lamang Kandangan? Lamang Kandangan bisa bertelur di dalamnya.Maksudnya Lamang Kandangan ada ciri khas tersendiri dengan ada telor asin di dalamnya, juga rasa lemak lamangnya yang lain dari yang lain.

9. Selain di Jawa dengan Karto Soewiryo, Sumatera dengan Daud Bereuh dan Sulawesi dengan Kahar Muzakarnya, di Kandangan Kalimantan Selatan juga pernah terjadi peristiwa Gerakan Darul Islam atau DI/TII untuk mendirikan Negara Islam.Di Kandangan Pasukan DI/TII itu dikenal masyarakat dengan Gerombolan Pemberontak Ibnu Hajar,yang di pimpin oleh Ibnu Hajar atau Angli yang berasal dari Ambutun, Kandangan.

10. Apakah kalian pernah memperhatikan di tiap Kota di Kalimantan Selatan ini ada memiliki patung-patung, dan di Kota Kandangan sendiri ada patung tentara(sepengetahuan saya patung di tiap-tiap kota itu punya makna tersendiri akan kotanya).

11. Mungkin belum banyak yang tahu bahwa Pahlawan Nasional Kedua Kalimantan Selatan setelah Pangeran Antasari yang di akui Pemerintah Indonesia adalah Brigjen H. Hasan Basry sebagai Bapak Gerilya Kalimantan.Dan beliau sendiri adalah orang Padang Batung, Kandangan yang dimakamkan di bundaran Liang Anggang,Banjarbaru.

12. Itulah kenapa seharusnya generasi muda di Kandangan bisa meneladani beliau dengan semangat perjuangannya memerdekakan Kalimantan Selatan,kita boleh bangga karena tiap jalan di Kota-kota di Kalimantan Selatan selalu menggunakan Nama beliau,contohnya Jl.Brigjen H. Hasan Basry di kayu tangi, Banjarmasin dll.

13. Tapi tahukah kalian bahwa Markas Yonif Tentara 621 Manuntung di Kandangan itu dulunya adalah sebuah benteng yang penuh dengan sejarah tentang perjuangan Rakyat Kandangan melawan penjajah Belanda, dan dikenal dengan Benteng Hamawang.

14. Bersyukurlah warga Kandangan karena jasa-jasa Dak'wah tanpa pamrih Datu Taniran, Datu Balimau dan Para Habaib yang dikuburkan di Lumpangi, sehingga menjadikan Islam Mayoritas Di Kota Kandangan.

15. Tahukah kalian arti dari nama asrama Kandangan dimana kawan-kawan kita yang menuntut ilmu mendiaminya seperti asrama Amuk Hantarukung, asrama Rakat Mufakat atau asrama Bukhari.

16. Amuk Hantarukung adalah sebuah peristiwa bersejarah di Kandangan, dimana Bukhari seorang pahlawan di desa Hantarukung mengadakan pemberontakan secara membabi buta terhadap Belanda yang lebih dikenal dengan Perang Amuk Hantarukung 19 September 1899.

17. Masyarakat Kandangan harus di ingatkan kembali bahwa Kuburan Tumpang Talu di Parincahan itu adalah makam para pahlawan dalam perang Amuk Hantarukung, kenapa namanya Tumpang Talu, karena orang yang di makamkan di situ adalah tiga orang yaitu Bukhari, Santar dan Matamin.

18. Selain Tumpang Talu ada juga makam pahlawan yang jarang di ingat orang di Kandangan yaitu makam Datu Ning Bulang di Durian Tilai, makam Aluh Idut di tinggiran dan makam Datu singakarsa di pandai, Kandangan.

19. Kandangan adalah Kabupaten tertua di Kalimantan Selatan, karena Kandangan adalah kota dimana diproklamirkan atau dibacakannya Teks Kemerdekaan Wilayah Kalimantan dari Penjajah Belanda oleh Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan pada tanggal 17 Mei 1949 yang dipimpin oleh Brigjen H. Hasan Basry di desa Ni'ih.Dan Monumen 17 Mei itu terletak di desa Mandapai Kandangan.

20. Mesjid Ba'angkat (Mesjid Su'ada) di Wasah Kandangan adalah mesjid peninggalan salah seorang zuriat Syekh Maulana H. Muhammad Arsyad Al Banjari ( Datu Kalampayan ) yaitu Al Allamah Syekh H Abbas.Dan anda bisa melihatnya langsung ketika Adzan Maghrib di antv setiap harinya.

21. Dengan berendam dan merasakan hangatnya air panas Tanuhi yang masih alami merupakan pilihan yang tepat untuk menghilangkan rasa penat dan mengembalikan kebugaran tubuh anda setelah beraktifitas.

22. Arung Jeram Balanting Paring (Bambo Rafting) dengan menyusuri sungai Amandit mungkin bisa juga jadi alternatif lain untuk anda yang menyukai tantangan menaikkan adrenalin jiwa petualangan.

23. Untuk yang suka melihat air terjun di Loksado juga terdapat air terjun Haratai, air terjun Uring, air terjun Tinggiran Hayam dan air terjun Ba’angin.

24. Di Loksado juga terdapat Hutan Raya Kadayang yang akan menyuguhkan kepada anda panorama alam yang sangat indah seluas mata memandang.

25. Nikmati juga Gunung Kantawan yang sangat mempesona bila di pandang dari sudut manapun selama anda melakukan perjalanan menuju Loksado.

26. Penduduk Loksado terdiri dari penduduk asli (Etnis Dayak Bukit) dan Etnis Banjar yang telah lama menetap di sana.

27. Etnis Bukit yang masih beragama Kaharingan biasanya tinggal dalam Balai, yaitu rumah panggung yang besar yang di diami oleh beberapa Kepala Keluarga, seperti Balai Malaris, Balai Kamiri, Balai Haratai, Balai Kacang Parang dll.

28. Upacara-upacara adat biasanya dilaksanakan 3x dalam setahun, yaitu berupa upacara ritual untuk memohon keberuntungan atau sebagai rasa puji syukur menurut kepercayaan Kaharingan yang mereka anut.

29. Upacara Adat Suku Dayak Loksado yang paling meriah adalah upacara sehabis panen yang di sebut dengan Aruh Ganal atau Bawanang , dan merupakan salah satu Kalender Wisata Kalimantan Selatan.

30. Menginap dalam balai sambil mengamati tata cara kehidupan mereka (Etnis Bukit) adalah sebuah pengalaman yang mengesankan dalam hidup anda.

31. Untuk tempat bermalam yang lain Pemerintah Hulu Sungai Selatan sudah menyediakan Cottage di Pemandian Air Panas Tanuhi.

32. Aruh Basambu, Aruh Bawanang Lalaya dan Aruh Bawanang Banih Halin merupakan warisan tradisi Suku Dayak Meratus sebagai tanda ikatan emosional dan rasa syukur pada Alam.

33. Aruh Adat Suku Dayak Meratus diiringi dengan berbagai tarian seperti Batandik Balian, Kanjar dan Bangsai.

34. Aruh Ganal juga dilengkapi peralatan seperti Gelang Hiang, Serunai, Kapur, Manyan,Kambang Lilihi dan berbagai macam sesaji.

35. Tari Kurung-kurung adalah Tarian khas Suku Dayak di Loksado yang keberadaannya harus terus dilestarikan.

36. Di Gunung Batu Bini desa Batu Bini Kandangan terdapat goa Kelelawar yang banyak di hiasi oleh stalakmit dan stalaktit yang sangat indah, dan juga terdapat beberapa buah patung binatang dan relief-releif tentang legenda seorang anak yang durhaka terhadap ibunya.

37. Di Gunung Batu Laki desa Malutu Kandangan juga terdapat goa Berangin dimana angin berhembus dari mulut goa yang didalamnya di hiasi ornamen-ornamen yang eksotik, di bawahnya terdapat kurungan yang konon penghuninya adalah ikan yang sangat besar yaitu Ikan Tapah.

38. Di desa Telaga Langsat Kandangan juga terdapat Goa Mandala yang tidak kalah cantik dengan Goa Kelelawar di batu bini dan Goa Berangin di batu laki.

39. Desa Bamban di Kandangan juga memiliki cemilan yang khas yaitu Kerupuk Bamban,di tambah grup musik unik yang sekarang makin jarang dimainkan yaitu Orkes Bamban.

40. Di Hamalau Kandangan ada sebuah desa bernama Telaga Bidadari, dimana di sini terdapat sumur atau pemandian yang di percaya masyarakatnya pernah turun 7 orang Bidadari untuk mandi.

41. Di Lukloa Kandangan juga terdapat teluk di bawah jembatan yang di aliri Sungai Amandit, dimana terdapat kisah masyarakat Si Rintik dan Si Ribut yaitu kisah tentang Naga Merah dan Naga Putih yang saling bertarung dengan nama Datu Ningkurungan.

42. Di kampung Ulin Kandangan juga terdapat legenda dimana dulunya di situ terdapat pohon Ulin yang sangat besar dan tinggi,dan hanya dapat dirobohkan oleh satu orang yang bernama Datu Ulin.

43. Selain cerita tentang Datu Ulin, juga dapat kita temui di Desa Ulin yaitu Balai Amas yang isinya Batu Beranak,dimana menurut masyarakatnya batu tersebut terus bertambah banyak dengan sendirinya.

45. Di desa Hamawang juga terdapat cerita masyarakat tentang Datu Hamawang atau Datu Bungkul (karena selalu membawa Parang Bungkul) , setiap tahun para keturunannya selalu mengadakan haulan secara besar-besaran termasuk Ir H. M. Said (Mantan Gubernur KALSEL). Dengan mengenang jasa beliau sebagai pejuang dan pendiri Mesjid Quba di desa Hamawang.

46. Untuk orang yang ingin membuat Pedang, Parang, Mandau, Samurai atau Alat-alat Besi yang lainnya bisa langsung datang ke Desa Sungai Pinang di Nagara, dan Untuk kerajinan membuat Sarung (Kumpang) dan Hulunya bisa langsung datang ke Desa Sarang Halang Kandangan.

47. Rakat Mufakat adalah Kalimat yang ada pada lambang daerah Hulu Sungai Selatan.

48. Kalimat Kandangan Cing ai selalu di identikkan bahwa yang bersangkutan berasal dari Kandangan, walaupun terkadang makna dari kalimat tersebut berkonotasi negatif yaitu bahwa orang tersebut Jagau (Jago).

49. Tahukah kalian bahwa Dodol Kandangan sudah masuk rekor MURI pada Ulang Tahun Kota Kandangan ke 58 pada tahun 2008 sebagai Dodol Terpanjang yang pernah dibuat di Indonesia.

50. Sedangkan pada perayaan Ulang Tahun Kota Kandangan yang ke 59 pada Tahun 2009 kemarin yang disuguhkan adalah Lemang yang sangat panjang yang diletakkan di lapangan Lambung Mangkurat Kandangan.

Demikian Informasi di seputar Kota Kandangan, paling tidak ini bisa menambah sedikit pengetahuan kepada kita dan mengingatkan kembali akan sejarah Kota Kandangan yang terus berkembang.